Tentang UGM
Portal Akademika UGM
IT Center
Perpustakaan UGM
LPPM
Webmail UGM
Webmail Faperta
Bahasa Indonesia
English

PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN PENCAPAIAN SWASEMBADA PANGAN ANTARA MENTERI PERTANIAN DAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA

Written by Admin. Posted in Rilis, Faculty
30
Jan
2015

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot swasembada pangan. Untuk mencapai target kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani tiga tahun ke depan, Kementerian Pertanian melakukan akselerasi dengan cara perbaikan irigasi, distribusi bibit, distribusi pupuk, dan pengadaan alat pertanian.

Kementerian Pertanian menggandeng pihak Universitas gadjah Mada (UGM) demi memperlancar program swasembada pangan, terutama kedelai. Hal itu dilakukan mengingat swasembada pangan perlu dukungan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi.
Penandatangan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Universitas Gadjah Mada tentang Pencapaian Swasembada Pangan dilakukan hari Selasa, 27 Januari 2015 antara Menteri Pertanian Dr.Ir. Amran Sulaiman dengan Rektor Universitas Gadjah Mada Prof.Dr.Ir. Dwikorita Karnawati di lokasi persawahan desa Dalangan, kecamatan Tawangsari, kabupaten Sukoharjo disaksikan ratusan Pejabat Kementerian Pertanian, Dinas-dinas terkait Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten, Bupati Sukoharjo, Wakil Rektor Kerjasama dan Alumni UGM, Dekan-dekan di lingkungan Agrokompleks Universitas Gadjah Mada (Fakultas Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian, Kehutanan dan Kedokteran Hewan), juga para petani dan tamu undangan lainnya.
Selanjutnya dilakukan juga penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Direktorat Jendral Tanaman Pangan tentang kegiatan demontrasi farm (Demfarm) dalam rangka mendukung swasembada pangan, Badan Litbang Pertanian tentang kerjasama penelitian, pengkajian, pengembangan mendukung pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY, serta antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk kerjasama Penyuluhan, penguatan kelembagaan petani dan pengembangan SDM Pertanian dengan Fakultas Pertanian UGM (Dr. Jamhari).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, untuk meningkatkan swasembada pangan ada dua hal yang menjadi fokus utama yakni menaikkan produktivitas dan indeks pertanaman dari 1,6 menjadi 2,1. Untuk pembangunan irigasi tahap pertama, Kementerian Pertanian fokus untuk membangun satu juta hektar irigasi di sejumlah kabupaten dan provinsi.
Menurut Amran, indikator keberhasilan swasembada pangan terlihat dengan tidak adanya impor beras atau substitusi impor, meskipun dalam WTO masih dimungkinkan adanya ruang impor. Untuk itu, pihaknya akan mendorong ekspor beras sehingga neraca perdagangan beras Indonesia menjadi surplus.
Untuk mendukung program swasembada pangan pada tahun ini pemerintah telah mengalokasikan dana melalui APBN sebesar Rp15,87 tiliun. Disamping itu masih ada dana tambahan sebesar Rp3,9 triliun yang berasal dari penghematan anggaran perjalanan dinas.
Rencananya Kementerian Pertanian tahun ini akan mendapat tambahan anggaran APBN-P sebesar Rp16.918 triliun. Anggaran ini akan difokuskan untuk mendukung program swasembada padi, jagung, dan kedelai.
Setelah penandatanganan dilakukan demonstrasi penanaman bibit padi dengan alat Transplanter oleh Para Pejabat yang hadir (termasuk Menteri Pertanian, Rektor  dan Wakil Rektor Kerjasama Universitas Gadjah Mada).

RILIS BERITA