Tentang UGM
Portal Akademika UGM
IT Center
Perpustakaan UGM
LPPM
Webmail UGM
Webmail Faperta
Bahasa Indonesia
English

BAPPEBTI Ajak UGM Kembangkan Sistem Resi Gudang, Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Written by Admin. Posted in Rilis, Faculty
02
Des
2014

Yogyakarta, 27 November 2014 - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang diwakili oleh Kepala Biro Perniagaan Bappebti, Pantas Lumban Batu mengajak kalangan civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjadikan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai salah satu objek penelitian guna mengembangkan dan menyempurnakan implementasi SRG di Indonesia, terutama untuk mahasiswa tingkat akhir.
Ajakan dan harapan ini disampaikan Pantas Lumban Batu di Universitas Gadjah Mada, Kamis (27/11), saat menjadi keynote speaker acara sosialisasi SRG. Sosialisasi bertajuk “Sistem Resi Gudang sebagai Alternatif Pembiayaan bagi Petani dan Pelaku Usaha dalam Menggerakkan Perekonomian Daerah” dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Selain ajakan meneliti, Bappebti juga meminta mahasiswa tingkat akhir yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) mensosialisasikan kepada masyarakat. "Kami berharap agar mahasiswa dapat turun ke masyarakat melalui kegiatan KKN dan dapat memberikan pemahaman mengenai Sistem Resi Gudang," ujar Pantas.
Dalam beberapa tahun ke depan, mahasiswa UGM diharapkan menjadi pelaku sebagai petani, pengusaha, peneliti, investor, ahli komoditas, dan pengelola gudang.

Solusi Petani
SRG, sesuai UU Nomor 9 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 9 Tahun 2011, merupakan salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh para petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi tani, maupun pelaku usaha (pedagang, prosesor, pabrikan) sebagai instrumen pembiayaan perdagangan. SRG  dapat menyediakan akses kredit bagi dunia usaha dengan jaminan barang (komoditas) yang disimpan di gudang.
"SRG ini berbasis kerakyatan dan manfaatnya menyentuh masyarakat di level bawah. Salah satu masalah dalam sektor pertanian adalah masih panjangnya mata rantai tata niaga pertanian, sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik, karena pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil penjualan. SRG merupakan solusi untuk masalah tersebut," terangnya.
Bappebti bekerja sama dengan Pemerintah Daerah sejak tahun 2009 sampai 2013 telah membangun 98 gudang SRG di 78 kabupaten di 21 provinsi. Tahun ini, Bappebti bersama Pemerintah Daerah kembali melakukan pembangunan 19 gudang di 19 kabupaten. Gudang yang dibangun tersebut sudah dilengkapi dengan mesin pengering (dryer).
Pembangunan gudang SRG merupakan komitmen pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan untuk membantu menghidupkan perekonomian daerah, mendorong tumbuhnya pelaku usaha di daerah, dan sebagai sarana pengendalian stok nasional yang lebih efisien," tuturnya.
Sosialisasi SRG di kalangan akademisi sangat penting dilakukan karena para akademisi secara tidak langsung bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertanian. Diharapkan dengan adanya SRG ini dapat mendorong stabilisasi harga dengan memberikan kepastian, kualitas, dan kuantitas komoditas barang yang disimpan; mendapatkan harga yang lebih baik (menunda waktu penjualan); mendapatkan pembiayaan bunga rendah dengan cara tepat yang lebih mudah; serta mendorong berusaha secara kelompok sehingga meningkatkan posisi tawar.
SRG juga sudah didukung lembaga perbankan seperti BRI, BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto. Lembaga keuangan nonbank juga turut mendukung seperti  Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (KUKM).
Hingga November ini, BJB bahkan telah mengucurkan Rp 221,56 miliar kepada Kelompok Tani, Gapoktan, dan Koperasi.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi DIY; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul; Kepala Cabang Kantor Wilayah BRI Yogyakarta; Para Dosen UGM; para mahasiswa/i UGM; penyuluh pertanian; mahasiswa; petani; Gapoktan se-Bantul; serta seluruh stakeholder SRG.

Perkembangan SRG
Sejak diluncurkannya resi gudang pada 2008, hingga saat ini sudah dilakukan penerbitan di 47 kabupaten/kota, meliputi Bener Meriah, Simalungan, Deli Serdang, Pasaman Barat, Tangerang, Lebak, Indramayu, Bogor, Sumedang, Ciamis, Subang, Cianjur, Pekalongan, Karanganyar, Demak, Jombang, Jepara, Grobogan, Banyumas, Banjarnegara, Bantul, Wonogiri, Kudus, Madiun, Mojokerto, Malang, Sragen, Tuban, Nganjuk, Ngawi, Blitar, Banyuwangi, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung, Situbondo, Sampang, Barito Kuala, Kota Makassar, Bantaeng, Sidrap, Pinrang, Gowa, Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. Adapun komoditas yang disimpan di antaranya gabah, jagung, beras, kopi, dan rumput laut.
Secara akumulatif sampai 24 November 2014, jumlah resi gudang yang telah diterbitkan sebanyak 1.759 resi dengan total volume komoditas sebanyak 70.968,05 ton (60.598,95 ton gabah,  5.295,47 ton beras, 4.628,15 ton jagung, 25,49 ton kopi, dan 420 ton rumput laut) atau total senilai Rp 358,28 miliar.
Meskipun terus mengalami peningkatan,  potensi volume hasil panen petani secara nasional masih cukup besar, sehingga volume komoditas yang disimpan dalam gudang SRG masih dapat ditingkatkan. Jika dimanfaatkan secara optimal, SRG ini juga berfungsi sebagai salah satu alat tolak ukur Pemerintah dalam memperhitungkan stok pangan nasional.
Guna mempercepat pelaksanaan SRG secara nasional, Kemendag bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan 98 gudang SRG yang tersebar di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, Gorontalo, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi :

Ani Mulyati
Kepala Pusat Humas
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax:  021-3860371/021-3508711
E-mail: pusathumas@kemendag.go.id  

Sri Nastiti
Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-31922443 Ext. 431/021-1922460
Email: sri.nastiti@kemendag.go.id

RILIS BERITA