Tentang UGM
Portal Akademika UGM
IT Center
Perpustakaan UGM
LPPM
Webmail UGM
Webmail Faperta
Bahasa Indonesia
English

PUNCAK ACARA DIES NATALIS KE 68 FAKULTAS PERTANIAN UGM UPACARA PERINGATAN DIES NATALIS FAKULTAS

Written by Admin. Posted in Rilis, Faculty
7
Okt
2014

Pada hari Sabtu, 27 September 2014, Fakultas Pertanian UGM genap berusia 68 tahun.  Rangkaian acara Dies ke 68 dimulai pada Jumat, 16 Mei 2014, telah dilakukan pembukaan acara Dies Natalis ke-68 Fakultas Pertanian UGM. Dies Natalis ke-68 ini mengusung tema  Pengembangan dan Pemanfaatan Ipteks untuk Kedaulatan Pangan. Beberapa acara yang terkait dengan Dies antara lain Seminar Nasional Hasil penelitian Perikanan, Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian, perlombaan olah raga, family gathering dan temu alumni. Puncak Acara berupa Upacara Peringatan Dies Natalis Fakultas dalam bentuk Rapat Senat Terbuka Fakultas Pertanian UGM dengan agenda penyampaian Laporan Tahunan Dekan dan Pidato Ilmiah oleh Prof.Dr.Ir. Dwijono Hadidarwanto, M.Sc. di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro.

Acara dibuka oleh Ketua Senat  Fakultas Pertanian UGM Prof.Dr.Ir. Susamto Somowiyarjo, M.Sc .  Selanjutnya Dekan Dr. Jamhari, S.P, M.P  menyampaikan laporan kinerja Fakultas Pertanian UGM selama satu tahun yang lalu di hadapan Rapat Senat Terbuka Fakultas Pertanian UGM, sebagai bentuk pertanggungjawaban serta bahan evaluasi tentang posisi dan capaian kita saat ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya maupun visi dan misi yang telah kita canangkan. Visi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada adalah sebagai pelopor perguruan tinggi nasional di bidang pertanian dan perikanan yang unggul, berkelas dunia, dan mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan berdasarkan Pancasila. Sedangkan misinya adalah menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian dan perikanan yang unggul, berkelas dunia untuk kepentingan masyarakat.

Sesuai dengan kebidangan maka Dekan menyampaikan laporan tahunannya dalam tiga bidang yaitu (1) akademik dan kemahasiswaan, (2) penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama dan alumni; (3) administrasi, keuangan, SDM dan sarana prasarana. Dari bidang akademik antara lain dikemukakan ada sedikit perbedaan seleksi calon mahasiswa tahun 2014 dan tahun sebelumnya yaitu seleksi ujian tulis tahun 2014 dilaksanakan kurang dari seminggu setelah SBMPTN dilaksanakan, sedangkan tahun sebelumnya utul dilaksanakan setelah pengumuman hasil SBMPTN. Hal ini sangat menguntungkan bagi Fakultas karena membuka peluang untuk mendapatkan mahasiswa yang berkualitas bukan sisa SBMPTN. Jumlah pendaftar selama empat tahun terakhir selalu mengalami kenaikan, bahkan dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan yang cukup besar. Peningkatan jumlah pelamar setahun terakhir terjadi disemua program studi dengan total kenaikan sebesar 3.392. Ada dua faktor yang mungkin menyebabkan kenaikan jmlah peminat yaitu perubahan waktu ujian tulis yang diajukan dan juga buah dari kerja keras semua pihak di Fakultas melalui berbagai kegiatan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung.  Selanjutnya Dekan juga mengemukakan semua hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Di bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Dekan melaporkan perkembangan jumlah dan dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat/kerjasama juga capaian dalam bidang tersebut. Demikian juga untuk bidnag keuangan, asset dan sumberdaya manusia. Laporan lengkap kinerja Fakultas tahun 2013-2014 dapat dibaca dalam buku laporan Tahunan Fakultas Pertanian UGM 2013-2014.

Prof.Dr.Ir. Dwijono Hadidarwanto, M.Sc dalam pidato ilmiah yang berjudul Kedaulatan Pangan untuk kesejahteraan petani mengemukakan tentang bahwa kebijakan pemerintah di bidang pangan dengan penerapan konsep ketahanan pangan selama ini tidak meningkatkan kemandirian nasional dan kesejahteraan rumahtangga petani tanaman pangan. Untuk itu diusulkan agar pemerintah tidak lagi menggunakan konsep ketahanan pangan dalam pengelolaan bahan pangan secara nasional yang telah jelas tidak mampu menciptakan sistem pangan yang mandiri dan menguntungkan semua pihak. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi sistem pertanian pangan nasional selama ini dengan peran pemerintah yang sangat dominan maka untuk mencapai kedaulatan pangan tidak cukup hanya dilakukan dengan menuntut hak kesetaraan antara petani dan pemerintah dalam penentuan kebijakan pangan nasional. Untuk itu perlu dilakukan perubahan dari sistem pangan nasional agar menjamin tercapainya hak petani dalam menentukan kebijakan pangan nasional. Dengan demikian, definisi Kedaulatan Pangan dapat dikemukakan sebagai: “sistem yang menjamin hak suatu bangsa dalam penentuan kebijakan pangan berbasis kemandirian untuk memenuhi kebutuhan pangan yang diutamakan dari produksi sendiri melalui pengendalian sistem produksi, konsumsi dan distribusi yang berperikeadilan berdasarkan potensi sumberdaya, ekologis, sosial, ekonomi dan budaya untuk mencapai sebesar-besar kesejahteraan masyarakat (Darwanto, 2011).

Pada dasarnya, sistem kedaulatan pangan tersebut harus menjamin terpenuhinya hak atas pangan untuk seluruh rakyat Indonesia dan penentuan kebijakan pangan, baik untuk konsumen dan industri pangan maupun petani sebagai penghasil bahan pangan, dengan pengertian bahwa: (1) produsen pangan (petani, peternak, nelayan) mempunyai kebebasan untuk menentukan pilihan cara produksi, jenis teknologi, hubungan produksi, distribusi, seperti tercantum pada Undang-Undang Budidaya Pertanian tahun 1992, hingga menyangkut masalah keamanan pangan; (2) produksi pangan haruslah diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat, baik jumlah maupun mutunya; (3) sistem produksi memperhatikan ekologi (agro-ecology) yaitu dengan menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan; (4) menjamin harga yang adil yaitu menguntungkan bagi produsen, dan mampu dicapai oleh konsumen – tidak ada abnormal profit dalam perdagangan; (5) menjamin distribusi yang merata dan efisien dari daerah surplus ke daerah yang defisit pangan ataupun antara konsumen dan industri; (6) tidak menghambat adanya perdagangan pangan, baik antar daerah (domestik) maupun antar negara (internasional).
Pada acara tersebut juga diberikan tali asih kepada Purnakarya tenaga pendidik dan kependidikan, juga peluncuran buku baru yag ditulis oleh Dosen Faperta UGM.

RILIS BERITA